Ilmukelasberat on Blogspot: sains
Paling Hott !!! :

Latest Post

Showing posts with label sains. Show all posts
Showing posts with label sains. Show all posts

Sinyal Keberadaan Partikel Tuhan Ditemukan

Ditulis oleh Ilmukelasberat on Blogspot Hari Tuesday, July 3, 2012 | 6:04 PM



Fisikawan menemukan sinyal kuat keberadaan Higgs Boson atau Partikel Tuhan, partikel  misterius yang dipercaya memberikan objek massa. Sinyal tersebut ditemukan oleh tim peneliti dari Fermi National Accelerator Laboratory (Fermilab) di Illinois, Amerika Serikat.

"Data kami menunjukkan secara kuat eksistensi Higgs boson, namun masih membutuhkan hasil eksperimen di Large Hadron Collider di Eropa untuk menyatakannya sebagai penemuan," kata Rob Roser, juru bicara Fermilab, seperti dikutip AFP, Senin (2/7/2012).

Large hadron Collider (LHC) adalah penumbuk atom terbesar yang beroperasi di bawah koordinasi Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN). LHC berlokasi di perbatasan Swiss-Perancis di kedalaman 175 meter di bawah tanah.

Sinyal kuat keberadaan Higgs boson ditemukan peneliti Fermilab setelah 10 tahun pengoperasian Tevatron, mesin penumbuk atom yang telah beroperasi sejak tahun 1985 dan ditutup pada Desember 2011 lalu.

Sinyal didapatkan dari analisis data hasil tumbukan yang telah dilakukan sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa partikel Higgs, jika memang ada, memiliki massa antara 115 hingga 135 gigaelektrovolts (GeV/c2) atau 130 kali massa proton.

Pembacaan data atau sinyal adanya Higgs boson bukan hal yang mudah. Ilmuwan harus menganalisis apakah sinyal tersebut memang menunjuk pada Higgs boson atau hanya noise. Riset menunjukkan bahwa peluang noise adalah 1 dibanding 550.

Meski demikian, hasil riset belum bisa benar-benar menyatakan bahwa Higgs boson memang ada. Signifikansi sinyal secara statistik hanya 2,9 sigma. Ini hanya bisa menjadi "evidence" akan adanya Higgs boson, belum bisa dijadikan dasar menyatakan bahwa Higgs boson telah ditemukan (discovered).

Untuk bisa menyatakan bahwa Higgs boson telah ditemukan, signifikansi harus bisa mencapai 5 sigma. Ini berarti bahwa peluang sinyal emmang menunjuk pada higgs boson adalah 99,99994 persen dan peluang noise adalah 0,00006 persen.

Hasil analisis Fermilab diumumnkan Senin dua hari yang lalu. Kini, dunia menunggu hasil analisis dari LHC yang akan diumumkan Rabu (4/7/2012) dalam konferensi fisika di Melbourne Australia.

Akankah ada pernyataan bahwa partikel Tuhan telah ditemukan? Jika ada, maka penemuannya akan menjadi salah satu temuan fisika terbesar sepanjang 100 tahun terakhir.

Sumber: AFP | Kompas

Autopsi Oetzi si Manusia Es dari Austria Innsbruck Bolzano

Ditulis oleh Ilmukelasberat on Blogspot Hari Monday, July 2, 2012 | 12:24 AM


Ini bukan pertama kalinya Manusia Es itu mengalami pemeriksaan ilmiah intensif. Setelah pihak berwenang Austria menggali mumi itu pada tahun 1991, para ilmuwan di Innsbruck membuat sayatan besar di bagian bawah badannya sebagai bagian penelitian awal mereka, di samping sayatan lain di punggung, di bagian atas tengkorak, dan di kakinya. 


Kemudian ditetapkan bahwa relung batu kelabu yang dangkal tempat ia ditemukan termasuk wilayah Italia yang berbatasan dengan Austria, sehingga tubuh dan artefak di sekitarnya di­pindahkan ke Bolzano. 

Selama bertahun-tahun, berbagai pemeriksaan yang kurang invasif terhadap jasad itu dilakukan di sana, termasuk penelitian citra Sinar-X dan pindai CT serta analisis DNA mitokondria mumi tersebut.

Sumber: National Geographic

Melihat Pergerakan Tangan Dengan X-Ray

Ditulis oleh Ilmukelasberat on Blogspot Hari Sunday, July 1, 2012 | 7:23 PM


Tangan dapat kita gunakan untuk begitu banyak hal berkat anatominya yang istimewa. Di balik kulit, tangan adalah perpaduan berbagai jaringan yang pelik. Jempol saja dikendalikan oleh sembilan otot. 


Pergelangan tangan adalah kumpulan tulang dan ligamen yang dilewati pembuluh darah dan saraf. Saraf bercabangan ke setiap ujung jari. Tangan dapat menghasilkan kekuatan halus ataupun raksasa. 

Pembuat jam dapat menggunakan tangan untuk memasang pegas di bawah mikroskop. Pitcher bisbol dapat menggunakan anatomi yang sama untuk melempar bola secepat 160 kilometer per jam.

Sumber: National Geographic | Wikipedia

Osedax, Cacing Zombie Pemakan Tulang



Cacing pemakan tulang atau sering disebut cacing zombie telah lama membuat ilmuwan bertanya-tanya. Fauna ini tak punya mulut, saluran pencernaan maupun anus, tapi bisa makan tulang. Riset terbaru menunjukkan bahwa cacing ini ternyata memiliki senjata kimia.

Dr Signid Katz dari Scripps Institution of Oceanography, University of California San Diego mempelajari organ serupa akar yang dimiliki oleh cacing ini. Ia mempresentasikan hasil risetnya pada pertemuan tahunan Society for Experimental Biology 2012 di Salzburg Austria.

Katz menemukan bahwa organ serupa akar tersebut mampu mengeluarkan senjata kimia berupa enzim yang bersifat asam. Asam inilah yang berfungsi "mencerna" tulang sehingga dapat diserap oleh cacing famili Osedax ini.

"Asam ini disekresikan lewat kulit dari bagian serupa akar," kata Katz seperti dikutip BBC, Jumat (29/6/2012).

"Sel kulit pada area adalah sel yang sangat panjang dan bagian atasnya memiliki tonjolan yang memperluas permukaan serap beberapa kali lipat, sehingga banyak asam yang bisa dikeluarkan," tambah Katz. 

Lemak dan zat lain yang ada di dalam tulang selanjutnya dibawa ke dalam tubuh cacing dan dicerna. Terungkap lewat penelitian sebelumnya bahwa pencernaan nutrisi cacing ini dibantu oleh bakteri yang bersimbiosis dengannya.

Cacing zombie ini ditemukan pertama secara tak sengaja pada tahun 2002 oleh Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI). Fauna ini hidup di tempat dimana tulang belulang paus dan ikan banyak terdapat.

Saat ini, sudah ada 17 spesies famili Osedax yang ditemukan. Selama 10 tahun terakhir, riset tentang fisiologi, nutrisi, cara pengambilan nutrisi dan simbiosis dengan bakteri telah dilakukan.

"Fakta bahwa kita sekarang mengetahui bagaimana ia mempenetrasi tulang adalah satu langkah maju bagaimana kita memahami fungsi dari simbiosis yang dimiliki," jelas Katz.

Sumber: Wikipedia | BBC | Kompas

Buang Air Besar untuk Energi Terbarukan



Ilmuwan dari Nanyang Technological University menciptakan kakus hebat yang bisa mengubah tinja menjadi listrik dan pupuk, sekaligus menghemat pemakaian air sebanyak 90 persen.

Jamban dengan nama No-Mix Vacuum Toilet tersebut memiliki dua wadah untuk memisahkan limbah padat dan cair. Jamban ini menggunakan tekanan untuk "mengguyur" tinja. Jadi, jumlah air yang dibutuhkan untuk sekali guyur hanya 0,2 liter alias secangkir.

Toilet konvensional di Singapura saat ini membutuhkan 4-6 liter air sekali guyur. Jika jamban inovatif ini diaplikasikan di toilet umum, dengan 100 kali guyuran sehari, maka kakus ini bisa menghemat 160.000 liter. Volume itu cukup untuk mengisi kolam renang berukuran 10 x 8 x 2 meter.

Untuk menghasilkan listrik dan pupuk, kakus ini akan memisahkan komponen padat dan cair. Dari kakus lewat sistem pembuangan, limbah cair akan dikirim ke fasilitas pengolahan tempat nitrogen, fosfor, dan potasium akan dipanen.

Pada saat yang sama, tinja akan dikirim ke bioreaktor untuk diolah agar menghasilkan biogas yang kaya metana. Metana nantinya bisa dimanfaatkan sebagai pengganti gas untuk memasak maupun diubah menjadi listrik.

"Dengan toilet inovatif kami, kita bisa memakai cara yang lebih sederhana dan murah untuk menghasilkan unsur berguna dan memproduksi bahan bakar dan energi dari limbah," kata Wang Jing-Yuan, Direktur Residues and Resource Reclamation Centre (R3C) di NTU.

Terpadu dengan sistem itu, air yang telah dipakai untuk mencuci, mandi, dan dari dapur bisa dipakai lewat sistem drainase tanpa pengolahan kompleks. Adapun limbah makan an juga bisa dikirim ke bioreaktor untuk dijadikan kompos. 

Dari informasi di website NTU, kakus ini mulai akan diuji secara terbatas di Kampus NTU. Pengujinya adalah 500 mahasiswa yang diminta memakainya. Setelahnya, kakus akan diuji selama 2 tahun di Singapura.

Sumber: techdotnews | Kompas

Satelit Titan Terbukti Punya Lautan



Keberadaan lautan di bawah permukaan Titan, bulan raksasa Planet Saturnus, telah lama diduga. Dalam penelitian terbaru, NASA mengonfirmasi bahwa lautan di bawah permukaan Titan memang benar-benar ada.

NASA melakukan studi dengan bantuan wahana antariksa Cassini yang mengorbit Saturnus sejak tahun 2004. Mereka memanfaatkan saat di mana Cassini melayang di jarak terdekat dengan Titan pada tahun 2006 dan 2011.

Riset fokus pada pengukuran gravitasi dan pengamatan fenomena pasang surut. Ilmuwan mengamati percepatan Cassini untuk mengukur gaya gravitasi. Pengukuran gravitasi akan membantu ilmuwan memecahkan misteri interior Titan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Titan mudah menyusut dan meregang. Kecepatan deformasi tersebut menunjukkan bahwa interior Titan terdiri dari material yang fleksibel, berupa lautan.

"Lautan di bawah permukaan Titan sudah diperkirakan, tapi sebelumnya masih berupa spekulasi. Pengukuran ini menunjukkan pada Anda bahwa lautan itu memang ada," kata Luciano Less, pemimpin studi dan pakar geodesi dari Università La Sapienza di Roma.

Lautan diperkirakan ada di 100 kilometer atau kurang dari permukaan Titan. Meski demikian, kedalaman dan komposisi lautan ini belum diketahui. Juga, belum diketahui apakah ada kehidupan di lautan itu.

"Kami belum bisa mengatakan kedalaman laut itu 10 kilometer atau 100 kilometer. Kami hanya tahu bahwa ada lautan di sana," ungkap Iess seperti dikutip Space, Kamis (28/6/2012).

"Pengukuran kami tidak dapat mengatakan apa pun tentang adanya kehidupan di Titan, tetapi ada banyak molekul organik di sana, dan ada air, jadi ada banyak komponen yang mendukung kehidupan," tambahnya.

Hasil studi ini dipublikasikan di jurnal Science, Kamis kemarin. Diketahui bahwa bukan hanya Titan yang memiliki lautan di bawah permukaan. Lautan juga diduga ada di satelit Jupiter, Ganymede, Callisto, dan Europa.

Sumber: Space | Kompas

Temuan Baru Tegaskan 2012 Bukan Kiamat



Penemuan prasasti tertanggal 669 M di Tortugero, Meksiko, menuai kontroversi, membuat beberapa kalangan memprediksi akan adanya kiamat pada 21 Desember 2012. Namun, temuan terbaru kini menegaskan bahwa kiamat 2012 cuma isapan jempol.

Arkeolog beberapa waktu lalu menjelajahi reruntuhan sisa peradaban Maya di La Corona, Guatemala. Mereka berhasil menemukan balok bertuliskan huruf paku yang terkait dengan akhir penanggalan Suku Maya.

Diketahui sebelumnya, kalender panjang Suku Maya membagi masa dalam bak'tuns, siklus 144.000 hari yang bermula pada penciptaan Suku Maya. Tanggal 21 Desember 2012 adalah akhir dari bak'tun ke-13, yang oleh sebagian orang ditafsirkan sebagai akhir masa.

Dalam penemuan ini, terungkap bahwa akhir bak'tun ke-13 merupakan hari spesial dan peringatan penting bagi Suku Maya. Namun, peringatan tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan kepunahan massal atau kiamat.

Berdasarkan observasi, arkeolog menemukan bahwa tulisan paku pada balok yang ditemukan I La Corona berisi peringatan akan kedatangan Yuknoom Yich'aak K'ahk' dari Calakmul, pimpinan Maya terkuat saat itu yang juga dikenal dengan Jaguar Paw. Ia kalah bertempur melawan Kerajaan Tikal pada tahun 695 M.

Para sejarawan sebelumnya beranggapan bahwa Jaguar Paw mati atau ditangkap pada perang itu. Namun ternyata ia justru lari meunju La Corona. Kemungkinan, ia berupaya menarik simpati rakyatnya setelah kekalahan perang sejak empat tahun sebelumnya.

Sebagai upaya menarik perhatian, Jaguar Paw menjuluki dirinya "Raja 13 K'aktun". K'aktun adalah bagian dari kalender Maya lainnya yang memiliki periode 7200 hari atau 20 tahun. Jaguar Paw memimpin hingga akhir masa k'aktun ke-13 pada tahun 692.

Di sinilah misteri 2012 diterangkan. Sebagai upaya melanggengkan kekuasaannya, Jaguar Paw menghubungkan masa kekuasaannya dengan siklus 13 lainnya, yaitu bak'tun. Akhir bak'tun ke-13 akan jatuh pada 21 Desember 2012 nanti. Tanggal itu diperingati sebagai hari kedatangan Jaguar Paw, bukan kiamat.

"Teks ini lebih bicara tentang sejarah politik kuno dibanding sebuah ramalan. Bukti baru ini menunjukkan bahwa bak'tun ke-13 adalah peringatan penting yang akan dirayakan Maya. Mereka sama sekali tidak meramalkan kiamat," kata Marcello Canuto, Direktur Tuane University Middle America Research Institute seperti dikutip Livescience, Kamis (28/6/2012).

La Corona adalah situs maya kuno yang sudah dieksplorasi arkeolog selama 15 tahun terakhir. Dalam penelitian ini, ditemukan 22 batu kuno beserta 264 tulisan paku yang bercerita tentang sejarah politik Maya. Teks yang ditemukan merupakan teks Suku Maya terpanjang di Guatemala.

Sumber: LiveScience | Kompas

Peta Menakjubkan, Mengungkap Gempa di Dunia Sejak 1898

Ditulis oleh Ilmukelasberat on Blogspot Hari Friday, June 29, 2012 | 1:37 AM



Jika anda pernah bertanya-tanya di mana gempa bumi yang paling sering terjadi, dan bagaimana jejak yang ditinggalkannya?? kita tahu dahulu belum ada teknologi yang secanggih sekarang.


Adalah pembuat peta, John Nelson, yang bekerja sebagai manajer pemetaan untuk IDV Solutions yang merangkum kejadian-kejadian terdahulu hingga sekarang kedalam ke skala peta. Dimana kekuatan dari yang bisa dirasakan oleh manusia yaitu 4,0 Skala Richter hingga yang paling besar sejak 1898, dimana gempa terkuat ditandai dengan warna hijau yang bersinar cerah.
"Pertama, saya terkejut oleh jumlah gempa bumi yang telah direkam," kata Nelson  kepada OurAmazingPlanet. "Ini hampir seperti anda membayangkan anda berjalan diatas jembatan yang mengambang diatas laut dan saling berhubungan, dan tentunya saya tidak mengharapkan gempa akan selalu terjadi" ucap dia.

Secara keseluruhan, 203.186 gempa bumi telah terjadi dan telah disuguhkan ke dalam proyek petanya hingga tahun ini dan Bumi kita telah mengisahkan itu semua

Sumber: OurAmazingPlanet

Pelangi Ganda Terlihat dari Luar Angkasa

Ditulis oleh Ilmukelasberat on Blogspot Hari Thursday, June 28, 2012 | 6:39 PM



Melihat pelangi, meski kini sudah jarang terjadi perkotaan, mungkin sudah sangat biasa. Tapi, bagaimana dengan dua pelangi sekaligus yang dilihat dari luar angkasa? Kiranya inilah namanya keindahan.

Wahana antariksa milik Badan Antariksa Amerika Serikat NASA, Aqua Satellite, berhasil mengambil citra pelangi ganda di atas wilayah Samudera Pasifik, tepatnya di dekat Pulau Guadalupe. Wahana antariksa itu mengambil pada 20 Juni 2012 lalu.


Dalam citra yang diambil, tampak dua garis semburat warna pelangi. Di dekatnya, terdapat awan von Karman cortex, jenis awan berbentuk spiral yang terbentuk karena adanya fluida yang mengalir. Terdapat pula awan stratocumulus. Pelangi terbentuk karena awan stratocumulus merefleksikan energi Matahari. Awan mendifraksi cahaya Matahari ke satelit yang kemudian memisahkan cahaya ke masing-masing warna. Maka, terbentuklah pelangi tersebut.

Di luar soal pelangi ini, awan stratocumulus menarik perhatian para ilmuwan. Dipercaya bahwa dengan meningkatkan kemampuan awan jenis memantulkan energi, ilmuwan mampu mengembangkan rekayasa untuk mengatasi perubahan iklim.

Teleskop Optik Terbesar di Dunia

Ditulis oleh Ilmukelasberat on Blogspot Hari Sunday, June 24, 2012 | 7:13 PM



Dewan organisasi Eropa, The European Southern Observatory (ESO) menyatakan keputusan untuk membangun European Extremely Large Telescope (E-ELT), yang akan menjadi sebuah teleskop optik terbesar di dunia.

ELT akan secara langsung memperlihatkan planet di luar tata surya, yang mengorbit bintang lain (selain Matahari) di dalam zona habitable. Serta seluruh objek luar angkasa dalam radius lebih jauh.

Proyek bernilai 1,1 miliar Euro ini akan menggunakan cermin seukuran diameter 39 meter. Terbuat dari hampir 800 segmen heksagonal sehingga dapat menghasilkan citra dari cahaya 12 kali lebih besar ketimbang teleskop optik paling besar yang ada atau dioperasikan sekarang.

Dari jarak yang lebih jauh, tentu saja objek-objek di galaksi jauh yang tadinya tertangkap dengan redup dapat dilihat lebih jelas dan dalam. Isobel Hook, salah satu ilmuwan dari Oxford University yang turut mengerjakan teleskop ini mengatakan, bahwa teleskop raksasa akan mampu mengambil gambar yang lebih tajam dan mengumpulkan cahaya di area lebih luas.

"Paduan yang membuat kita bisa mengamati berbagai rangkaian fenomena di alam semesta secara jauh lebih detail," ungkap Hook.

Teleskop ditarget siap digunakan sekitar 2022 dan bakal ditempatkan di puncak Pegunungan Cerro Armazones di Chile. ELT akan melengkapi fasilitas astronomi dari abad ke-21.

Sumber: National Geographic

Aplikasi Pemantau Gempa Di Smartphone

Ditulis oleh Ilmukelasberat on Blogspot Hari Wednesday, June 13, 2012 | 2:05 AM


Indonesia merupakan negara yang memiliki titik gempa terbanyak didunia yaitu 129 titik dengan kecendrungan frekuensi yang terjadi total 300 kali/tahun. Selain itu indonesia juga merupakan negara dengan rawan gempa yang mengakibatkan tsunami terbesar didunia (sumber USGS).
Kenapa bisa rawan terjadi gempa? karena Indonesia dikepung oleh tiga lempeng tektonik dunia selain itu negara ini juga dilalui oleh Cincin Api Pasifik yang merupakan rangkaian gunung api ter-aktif didunia. Oleh karena itu kami akan berbagi agar bagaimana kita bisa ikut memantau gempa langsung dari smartphone anda. Punya ponsel pintar juga harus pintar menggunakannya jangan cuma buat gaya-gayaan saja tetapi bisa untuk yang lebih bermanfaat. Berikut adalah perangkat-perangkat smartphone tersebut:

Smartphone Dengan Sistem Operasi Windows Phone
Untuk pengguna smartphone berbasis WindowsPhone seperti keluaran Nokia atau HTC ada dua aplikasi yang bisa digunakan. Aplikasi tersebut bisa memantau Gempa yang juga terdapat peta digital yang diperoleh dari informasi BMKG. Dua aplikasi tersebut yakni Gempa dan Info Gempa, anda bisa mendownloadnya di Marketplace. Di aplikasi tersebut anda akan mendapatkan informasi gempa dititik koordinat geografi dan juga kedalaman terjadinya gempa.

Smartphone Dengan Sistem Operasi  Android
Untuk pengguna android ada beberapa yang bisa digunakan antara lain Gempadroid, Info Gempa dan Cuaca, Gempa Indonesia. Saya hanya akan membahas Gempadroid karena aplikasi ini yang terlengkap menurut saya, Gempadroid akan memberikan informasi yang disampaikan secara realtime. Selain itu aplikasi ini juga akan menandai setiap tingkatan gempa yang terjadi dengan warna yang berbeda, jika  warna hijau dan biru untuk tingkatan kecil dan menengah sedangkan warna merah untuk gempa yang tergolong tingkatan gempa besar. 

Smartphone Dengan Sistem Operasi iOS
Untuk pengguna iOS baik iPhone, iPad dan iPad Touch tidak ada aplikasi khusus yang bisa digunakan untuk memantau gempa buatan lokal tetapi anda bisa menggunakan aplikasi buatan luar negri. Anda bisa menggunakan seperti Quakes - Earth Notification, Earthquake, dan Earthquake Alert. Semua aplikasi tersebut bisa memantau seluruh gempa di belahan dunia manapun termasuk indonesia. Pada aplikasi Earthquake (versi berbayar) anda bahkan bisa melihat lokasi-lokasi yang memiliki kemungkinan akan terjadinya tsunami ketika gempa terjadi.

Smartphone BlackBerry
Untuk pengguna BlackBerry, anda bisa menggunakan aplikasi seperti GempaLoka untuk memantau gempa yang terjadi. Aplikasi ini akan memberikan anda informasi gempa dari seluruh penjuru daerah ketika gempa sedang terjadi seketika itu juga. Aplikasi ini juga memberikan info secara detail seperti daerah kejadian gempa, posisi gempa, tingkatan gempa dan juga memberikan titik koordinat di peta google.

Gempa tidak bisa diprediksi kapan akan datang dan dimana dia akan datang, namun langkah yang langkah yang tepat adalah selalu waspada pada setiap saat, beragam cara misal mengetahui langkah-langkah sementara dalam menyelamatkan diri saat gempa terjadi, berada di ruang terbuka, tidak berada di ketinggian, melindungi kepala dan alat vital lainnya saat terjadi guncangan, mengetahui jalur evakuasi dan menjauhi pantai saat gempa terjadi. Semoga dengan menggunakan aplikasi peringatan adanya gempa ini kami  bisa membantu anda untuk selalu ikut waspada. Salam

Venus Adalah "Seperti Bumi, Pergi ke Neraka!"

Ditulis oleh Ilmukelasberat on Blogspot Hari Sunday, June 10, 2012 | 6:54 PM



Tanggal 6 Juni 2012 kemarin dunia telah menyaksikan planet transit/perpindahan berdasarkan orbit planet Venus "transit" terhadap matahari kita. Jutaan orang memicingkan mata ke dalam teleskop mereka, yah karena moment ini jarang terjadi dan akan terjadi kembali di generasi anda berikutnya.
Lalu apa yang membuat planet Venus begitu menarik dan apa saja yang kita bisa kita pelajari dari moment ini?

Planet Venus menarik bagi para ilmuwan karena kesamaannya dengan bumi, itu yang utama. Seperti planet kita, Venus berada pada jarak yang dekat dengan matahari (termasuk kumpulan planet dalam bersama merkurius dan planet tetangga kita yang terdekat kita). Planet ini juga memiliki suasana yang hampir mirip dengan bumi yaitu adanya nitrogen dan karbon dioksida disana. Lapisan atas dari atmosfer yang sangat mirip dalam komposisi dan tekanan di bumi. Awan tebal dan adanya lapisan ozon, Terjadinya petir di permukaan planet ini dan adanya gunung berapi yang meletus yang timbul karena aktivitas tektonik. Planet Venus memiliki ukuran yang sama dengan bumi dan hampir memiliki kemiripan unsur yang sama. 


Meskipun sama, salah satu cara untuk menggambarkan Venus adalah "seperti bumi, pergi ke neraka!" Jika Anda mencoba berdiri di permukaan, tekanan gravitasinya sama dengan kira-kira 3000 kaki (~ 915 meter) dibawah laut dibumi yang akan menghancurkan dan meremukkan anda secara langsung. Suhu permukaan planet ini hampir mendekati 900 derajat F (~ 480 derajat C) yang akan membakar anda sangat cepat. Dipermukaannya juga akan muncul awan-awan yang melayang dengan asam sulfat dan sangat sensitif terhadap perubahan unsur udara disekitarnya. Negara Rusia pernah mengirim serangkaian robot tester probe ke planet Venus dan tidak berlangsung lebih dari 110 menit, robot tersebut telah musnah ditelan oleh kondisi ekstrem planet ini. 

Apa yang menyebabkan ke ekstreman disana? padahal bisa dibilang planet venus hampir memiliki unsur yang sama dengan planet kita? Ya, satu jawaban yang mungkin adalah: efek rumah kaca. Hal ini bisa memberikan kita kesempatan untuk belajar dan mengamati efek dari proses ini, yang berpotensi mengancam planet kita sendiri, dalam tahap ekstrem. 

Moment transit yang telah terjadi dalam minggu yang lalu juga memberikan pengalaman yang berbeda bagi penduduk bumi yang menyaksikannya selain, ini adalah kejadian keenam sejak Isaac Newton lahir, dan moment ini tidak akan terjadi lagi jika anda bisa hidup lebih dari 100 tahun lagi. Kesempatan itu digunakan untuk mempelajari atmosfer planet venus serta planet lain pada umumnya. Pada tahun 1639 salah satu fungsi transit digunakan untuk membuat pengukuran pertama dari ukuran tata surya. Ini adalah lompatan besar untuk astronomi pada saat itu. Selama transit ini, para astronom melihat dua hal disana, yaitu: 

Pertama, mereka mengamati planet ini dalam profil: artinya itu diposisikan sempurna sehingga sumber cahaya matahari yang besar duduk di belakangnya dan fitur permukaan planet menonjol memblokir cahaya. Ini seperti memegang benda kecil ke arah cahaya dan menyipitkan mata di ujungnya untuk melihat lebih baik. Para ilmuwan dapat menyelidiki bentuk tertentu dan formasi gas dan awan untuk mencoba mempelajari lebih lanjut tentang pola cuaca tertentu dari planet ini. 

Para ilmuwan juga merencanakan untuk menggunakan data yang dikumpulkan seperti suasana atmosfer dan tentang bagian lainnya yang digunakan untuk membantu para ilmuwan lain dalam pencarian lanjutan tentang exoplanet. Kita sering mendeteksi eksoplanet dengan melihat mereka melawati sebuah atau beberapa bintangnya di depan orbit bintangnya, sehingga observasi dari proses ini akan membantu banya tentang memahami hal-hal lain diluar sana.

Sumber

Objek Pertama Dari Asal Mula Galaksi di Temukan Oleh NASA



Teleskop Siptzer Badan Antariksa Amerika Serikat NASA berhasil menangkap citra objek yang mungkin merupakan objek pertama di semesta.

Objek itu tampil berupa titik-titik cahaya yang memiliki pola tertentu. Objek tersebut mungkin saja berupa bintang ataupun lubang hitam. Yang jelas, mata manusia memandangnya sebagai objek yang redup.


Alexander 'Sasha' Kaslinsky dari Goddard Space Flight Center di Greenbelt seperti dikutip Space, Jumat (8/6/2012), mengatakan, "Objek ini pastinya (sebenarnya) sangat terang."

"Kami belum dapat menjelaskan dengan pasti sumber cahaya ini, yang mungkin saja berasal dari semesta yang ada di dekat kita. Namun, sangat mungkin bahwa kita telah menemukan objek dari masa yang sangat lampau," kata Sasha.

Teleskop Spitzer menangkap cahaya tersebut dalam observasi selama 400 jam dengan gelombang inframerah. Untuk menemukan cahaya yang diduga objek pertama di semesta itu, citra galaksi dan bintang yang tertangkap harus dihilangkan.

Glenn Wahlgren, ilmuwan pada misi Spitzer mengungkapkan, hasil penemuan dengan teleskop Spitzer ini akan ditindaklanjuti dengan James Webb Space Telescope yang lebih mumpuni dan akan diluncurkan tahun 2018 nanti.

Penemuan cahaya yang diduga objek tertua di semesta ini dipublikasikan di Astrophysical Journal. Cahaya yang menunjukkan objek itu mungkin merupakan sinar tampak atau UV, namun berubah menjadi inframerah dalam perjalanannya.

Diketahui, semesta tercipta 13,7 tahun lalu lewat Big Bang. Setelah Big Bang, quark tercipta, kemudian menyusun proton dan elektron dan akhirnya atom. 500 juta tahun setelah Big Bang, bintang dan galaksi pertama tercipta.

Binatang Purba ini hanya bisa hidup 100 hari

Ditulis oleh Ilmukelasberat on Blogspot Hari Thursday, June 7, 2012 | 8:18 PM




Sesosok hewan misterius baru-baru ini ditemukan di sebuah parit di wilayah Chelyabinsk, Rusia. Beberapa mengidentifikasikannya sebagai horse shoe crab, yang lain menyebutnya sebagai triops dan yang lain tadpole shrimps (udang kecebong).
Entahlah... Makhluk ini kelihatan seperti salah satu karakter dari film-film alien yang keluar dari perut manusia. Namun berdasarkan dari penelusuran di wikipedia, binatang ini bernama latin Notostraca dari keluarga Triopsidae, binatang golongan omnivora ini hidup di dasar kolam rawa ataupun danau dangkal. Tercatat dari penelitian, binatang ini hanya bisa hidup selama 100 hari, walaupun berbentuk aneh dan purba, para peneliti binatang masih tetap ingin mengetahui lebih lanjut tentang binatang ini.








sumber 1 | sumber 2

Foto-foto transit venus 6 juni 2012

Ditulis oleh Ilmukelasberat on Blogspot Hari Wednesday, June 6, 2012 | 4:08 AM


Inilah hasil transit planet Venus yang terjadi hari ini, Rabu 6 Juni 2012, dikutip dari kompas bahwa selama ini, pola peride Transit Venus yang dikenal (lewat beberapa berita) adalah 8; 105,5; 8; 121,5.




Namun ternyata, sebenarnya Transit Venus punya 4 pola periode yang berbeda. Berdasarkan perhitungan, setiap Bumi mengelilingi Matahari 8 kali, Venus telah mengalami 13 kali. Sementara, tiap Bumi berevolusi 243 kali, Venus- berevolusi 395 kali. Didapatkan 2 resonansi orbital 8 : 13 dan 243 : 395.

Dari dua resonansi orbital tersebut, didapatkan 4 pola periode. Pola periode tersebut adalah 8; 105,5; 8; 121,5 - 8; 113,5; 121,5 - 121,5; 121,5 - 105,5; 129,5;8. Masing-masing dalam satuan tahun.

"Pola itu didapatkan berdasarkan pengalaman empirik. Astronom sudah memperkirakan waktu terjadinya Transit Venus sejak tahun 6000 SM,"

Saat ini, pola yang sedang berlaku adalah 8; 105,5; 8; 121,5. Pola ini berlaku sejak tahun 1518 dan akan berlaku hingga tahun 2846 mendatang. Selanjutnya, pola akan berganti
Transit Venus pada tahun 2012 memiliki kemiripan dengan Transit Venus pada tahun 1769 lalu. Setelah tahun ini, Transit Venus baru akan terjadi lagi pada tahun 2117.

Untuk mengamati Transit Venus, pengamat harus menggunakan teleskop yang dilengkapi filter. Pengamatan secara langsung tidak diperbolehkan sebab bisa merusak mata dan mengakibatkan kebutaan.

Berikut adalah foto-foto saat proses transit venus pada tanggal ini yang diambil dari Lembaga Antariksa NASA.















Piringan Batu Dropa Stones

Ditulis oleh Ilmukelasberat on Blogspot Hari Tuesday, June 5, 2012 | 9:05 PM


Pada 1938, sebuah tim arkeolog dari Universitas Peking (Beijing) yang sedang melakukan survei gua-gua di pegunungan Baian Kara-Ula, Tibet
menemukan sebuah pekuburan dalam salah satu gua yang dibuat dengan sangat rapi, berisi tulang kerangka mirip manusia pada umumnya, kecuali bagian tengkorak kepalanya yang lebih besar, tak sebanding dengan proporsi tubuhnya.


Di tempat yang sama, salah seorang anggota tim juga menemukan sebuah piringan batu berdiameter 22,86 cm, tergeletak pada sebuah sudut gua dan tertutup lapisan debu. Pada bagian tengah piringan tersebut terdapat lubang dan goresan-goresan teratur pada salah satu sisi permukaannya yang menyerupai bentuk karakter tulis berukuran sangat kecil. Para anggota tim yang tak satu pun memahami tulisan tersebut kemudian membawa dan menyimpannya bersama hasil-hasil temuan lainnya ke Universitas Peking.

Sejak itu para ahli di Peking terus berupaya memecahkan maksud tulisan tersebut. Hingga 20 tahun kemudian, Dr. Tsum Um Nui berhasil memecahkan kode tulisan dan membaca pesan yang terkandung padanya.


Isi tulisan pada piringan tersebut menceritakan tentang penduduk dari planet lain yang mengalami kerusakan pesawat sehingga terpaksa mendarat darurat di pegunungan Baian Kara-Ula. Para penduduk lokal setempat (suku Han) yang terkejut dan merasa aneh dengan penampilan fisik para pendatang tersebut menyangka mendapat ancaman lalu berusaha memburu dan membunuh mereka. Para pendatang yang juga terdapat perempuan dan anak-anak menjadi panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan bersembunyi pada gua tempat ditemukannya piringan batu tersebut, namun banyak diantaranya yang terbunuh.

Kerusakan pesawat yang parah dan keterisolasian lokasi membuat mereka tidak dapat memperbaiki pesawatnya. Tulisan tersebut juga mengidentifikasikan mereka sebagai kaum Dropa. Keterangan yang tertulis pada piringan batu tersebut ternyata mirip dengan legenda yang ada di masyarakat lokal setempat, yaitu tentang munculnya makhluk dari angkasa yang berbadan kurus kecil tetapi berkepala lebih besar.


Pada 1965, telah berhasil ditemukan 716 piringan batu sejenisnya dari gua yang sama. Seorang ahli dari Rusia bernama W. Saitsew yang melanjutkan penelitian Dr. Tsum Um Nui melaporkan bahwa piringan batu tersebut terbuat dari campuran kobalt dan sejenis metal yang tidak dikenal, diduga adalah bagian komponen suatu sirkuit elektris.


Sedangkan pada suatu sisi dinding gua, juga ditemukan gambar matahari, bulan, sebuah bintang yang belum teridentifikasikan dan planet bumi yang keseluruhannya dihubungkan oleh sebuah garis titik-titik. Dari hasil penelitian diketahui bahwa temuan-temuan di gua tersebut (termasuk piringan batu) telah berusia kurang lebih 12.000 tahun. Kini, di area sekitar gua tempat ditemukannya piringan batu masih dihuni oleh dua suku yang terisolir bernama Han dan Dropa. Mereka bukan seperti orang Tiongkok maupun Tibet, bahkan penampilan fisiknya berbeda dengan orang kebanyakan, badannya kurus dan lemah, tingginya tak melebihi 1,5 meter.
 
Ikut membantu, klik kami : Sponsor 1 | Sponsor 2 | Sponsor 3 | Sponsors 4
Copyleft © 2012. Ilmukelasberat on Blogspot - Opensource, silahkan copy, sertakan link sumbernya.
Beranda
Didukung oleh Blogger